Mengenal Aplikasi Android dengan Flutter

Bagikan jika Anda sukai postingan ini!

Layout Bawaan Aplikasi Flutter
Layout Bawaan Aplikasi Flutter

Saya sudah pernah membuat artikel tentang bagaimana memasang Flutter pada komputer dengan sistem operasi Windows di sini. Kali ini saya akan mencoba menjelaskan cara membuat aplikasi dengan framework Flutter. Silakan baca dulu artikel sebelumnya untuk bagaimana menyiapkan sebuah proyek aplikasi baru dengan Flutter.

Ketika lingkungan pengembangan proyek aplikasi dengan Flutter telah siap, Anda akan dihadapkan dengan sebuah jendela kode dari suatu berkas bernama main.dart. Dart adalah bahasa pemrograman yang dipakai oleh framework Flutter. Secara default, berikut ini kode sumber dari berkas main.dart yang ditampilkan.

import 'package:flutter/material.dart';

void main() => runApp(MyApp());

class MyApp extends StatelessWidget {
  // This widget is the root of your application.
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      title: 'Flutter Demo',
      theme: ThemeData(
        // This is the theme of your application.
        //
        // Try running your application with "flutter run". You'll see the
        // application has a blue toolbar. Then, without quitting the app, try
        // changing the primarySwatch below to Colors.green and then invoke
        // "hot reload" (press "r" in the console where you ran "flutter run",
        // or simply save your changes to "hot reload" in a Flutter IDE).
        // Notice that the counter didn't reset back to zero; the application
        // is not restarted.
        primarySwatch: Colors.blue,
      ),
      home: MyHomePage(title: 'Flutter Demo Home Page'),
    );
  }
}

class MyHomePage extends StatefulWidget {
  MyHomePage({Key key, this.title}) : super(key: key);

  // This widget is the home page of your application. It is stateful, meaning
  // that it has a State object (defined below) that contains fields that affect
  // how it looks.

  // This class is the configuration for the state. It holds the values (in this
  // case the title) provided by the parent (in this case the App widget) and
  // used by the build method of the State. Fields in a Widget subclass are
  // always marked "final".

  final String title;

  @override
  _MyHomePageState createState() => _MyHomePageState();
}

class _MyHomePageState extends State<MyHomePage> {
  int _counter = 0;

  void _incrementCounter() {
    setState(() {
      // This call to setState tells the Flutter framework that something has
      // changed in this State, which causes it to rerun the build method below
      // so that the display can reflect the updated values. If we changed
      // _counter without calling setState(), then the build method would not be
      // called again, and so nothing would appear to happen.
      _counter++;
    });
  }

  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    // This method is rerun every time setState is called, for instance as done
    // by the _incrementCounter method above.
    //
    // The Flutter framework has been optimized to make rerunning build methods
    // fast, so that you can just rebuild anything that needs updating rather
    // than having to individually change instances of widgets.
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(
        // Here we take the value from the MyHomePage object that was created by
        // the App.build method, and use it to set our appbar title.
        title: Text(widget.title),
      ),
      body: Center(
        // Center is a layout widget. It takes a single child and positions it
        // in the middle of the parent.
        child: Column(
          // Column is also layout widget. It takes a list of children and
          // arranges them vertically. By default, it sizes itself to fit its
          // children horizontally, and tries to be as tall as its parent.
          //
          // Invoke "debug painting" (press "p" in the console, choose the
          // "Toggle Debug Paint" action from the Flutter Inspector in Android
          // Studio, or the "Toggle Debug Paint" command in Visual Studio Code)
          // to see the wireframe for each widget.
          //
          // Column has various properties to control how it sizes itself and
          // how it positions its children. Here we use mainAxisAlignment to
          // center the children vertically; the main axis here is the vertical
          // axis because Columns are vertical (the cross axis would be
          // horizontal).
          mainAxisAlignment: MainAxisAlignment.center,
          children: <Widget>[
            Text(
              'You have pushed the button this many times:',
            ),
            Text(
              '$_counter',
              style: Theme.of(context).textTheme.display1,
            ),
          ],
        ),
      ),
      floatingActionButton: FloatingActionButton(
        onPressed: _incrementCounter,
        tooltip: 'Increment',
        child: Icon(Icons.add),
      ), // This trailing comma makes auto-formatting nicer for build methods.
    );
  }
}

Anda dapat melihat tiga buah deklarasi kelas yaitu: MyApp yang merupakan turunan dari kelas StatelessWidget, MyHomePage yang merupakan turunan dari kelas StatefulWidget, dan _MyHomePageState yang merupakan turunan dari kelas State.

Agar Anda lebih memahami cara kerja Flutter, saya akan mengubah keseluruhan kode sumber default dari main.dart. Silakan Anda juga mengubahnya menjadi seperti di bawah ini. Namun sebelum mengubah kode, silakan jalankan dulu aplikasi Anda pada emulator maupun perangkat yang terhubung.

import 'package:flutter/material.dart';

void main(){
  runApp(MaterialApp(
    theme: ThemeData(
      primarySwatch: Colors.blue,
    ),
    home: MainActivity(),
  ));
}

class MainActivity extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(
        title: Text("My First App"),
      ),
      body: Center(
        child: Text("Hello World"),
      ),
    );
  }
}

Saat Anda mengubah kode sumber, sebaiknya jangan buru-buru meyimpan. Karena ketika Anda melakukan penyimpanan maka aplikasi akan secara otomatis memuat ulang. Silakan ubah kode sumbernya menjadi seperti di atas, lalu simpan. Perhatikan tampilan aplikasi Anda saat ini pada emulator/perangkat terhubung. Jika tidak ada perubahan, pada IDE Android Studio Anda klik tombol Debug ‘main.dart’ atau klik menu Run kemudian klik Debug ‘main.dart’ untuk memuat ulang aplikasi.

Aplikasi Flutter Hello Word Statis
Aplikasi Flutter Hello Word Statis

Pada kode sumber baru bisa Anda lihat kalau saya hanya membuat deklarasi sebuah kelas saja dengan nama MainActivity yang merupakan turunan dari kelas StatelessWidget. Dan itu cukup untuk disebut aplikasi dan dapat berjalan dengan baik.

Jika dibandingkan dengan kode sumber awal, lalu apa gunanya dua buah kelas turunan dari kelas StatefulWidget dan kelas State? Ketika Anda menggunakan contoh kode yang baru, maka activity dari aplikasi Anda bersifat statis. Tampilan activity tersebut tidak dapat diubah secara program. Misalnya ketika Anda menambahkan sebuah tombol pada activity dan ingin memberi tombol tersebut suatu perintah, maka hal tersebut tidak dapat dilakukan pada kelas turunan StatelessWidget.

Sekarang ubah kode sumbernya menjadi seperti di bawah ini.

import 'package:flutter/material.dart';

void main(){
  runApp(MaterialApp(
    theme: ThemeData(
      primarySwatch: Colors.blue,
    ),
    home: MainActivity(),
  ));
}

class MainActivity extends StatefulWidget {

  @override
  MainPage createState() {
    return MainPage();
  }
}

class MainPage extends State<MainActivity>{
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(
        title: Text("My First App"),
      ),
      body: Center(
        child: Text("Hello World"),
      ),
    );
  }
}

Muat ulang aplikasi dengan mengklik tombol Debug ‘main.dart’. Hasil yang sama dengan seblumnya ya? Namun yang berbeda pada kode sumber, kelas MainActivity sekarang merupakan turunan dari kelas StatefulWidget. Ketika Anda menggunakan kelas StatefulWidget, Anda harus membuat kelas baru yang merupakan turunan dari kelas State.

Dengan menggunakan kelas StatefulWidget, Anda dapat mengubah tampilan aplikasi secara dinamis. Sekarang coba ubah kode sumbernya menjadi seperti di bawah ini.

import 'package:flutter/material.dart';

void main(){
  runApp(MaterialApp(
    theme: ThemeData(
      primarySwatch: Colors.blue,
    ),
    home: MainActivity(),
  ));
}

class MainActivity extends StatefulWidget {

  @override
  MainPage createState() {
    return MainPage();
  }
}

class MainPage extends State<MainActivity>{
  int counter = 0;

  void incrementCounter() {
    setState(() {
      counter++;
    });
  }

  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(
        title: Text("My First App"),
      ),
      body: Center(
        child: Column(
          mainAxisAlignment: MainAxisAlignment.center,
          children: <Widget>[
            Text('$counter'),
            RaisedButton(
              color: Colors.blue,
              onPressed: incrementCounter,
              child: Text("Click Me!",
                style: TextStyle(
                  color: Colors.white,
                  fontSize: 14.0,
                ),
              ),
            ),
          ],
        ),
      ),
    );
  }
}

Muat ulang aplikasi Anda.

Aplikasi Flutter Hello Word Dinamis
Aplikasi Flutter Hello Word Dinamis

Saya menambahkan sebuah tombol pada activity, cobalah mengklik tombol tersebut berulang-ulang dan lihat perubahannya.

Baik, sampai di sini dulu pembahasan aplikasi pertama kita dengan Flutter. Untuk penjelasan mengenai kode sumber di atas akan saya bahas pada artikel selanjutnya.